Taman Tirta adalah kolam renang obyek wisata yang sangat strategis, karena yang terletak di kota Bojonegoro, tepatnya di jalan WR. Supratman. Untuk masyarakat Bojonegoro dan wisatawan lain, yang ingin bersantai, menghilangkan stres, renang, dan taman bermain, tempat ini merupakan objek wisata paling sesuai untuk dikunjungi.
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
3 Apr 2011
TIRTA WANA DANDER
Diposting oleh
Karya Ndol
di
09.39
Tepat selatan kota Bojonegoro sekitar 13 km, ada obyek wisata alam dan obyek wisata buatan, tepat di desa Dander, Dander distrik, yang terkenal dengan Tirtawana, Tirta Wana Air dan makna yang berarti bahwa Hutan. Ini berarti bahwa ada air di hutan. Tirta Wana Dander adalah obyek wisata yang memiliki penuh panorama alam yang sangat indah, karena ada banyak pohon-pohon besar dan teduh juga tanaman tropis yang membuat udara menjadi sejuk dan segar. Di sini telah dibangun kolam renang yang sangat luas, yang terdiri dari dua bagian, sebelah barat adalah untuk perempuan dan anak kemudian sisi timur adalah untuk orang dewasa. Karena keindahan alam dan kesejukan udara, maka pada liburan, wisatawan sering mengunjungi Tirtawana Dander.
Tirtawana Dander juga dilengkapi dengan tempat untuk bermain, berkemah, lapangan golf untuk yang memiliki hobi untuk bermain golf. Para pengunjung datang ke objek wisata ini adalah untuk bersantai, berenang, atau bermain golf.
Wisata Kayangan Api Dan Blukutuk Di Bojonegoro
Diposting oleh
Karya Ndol
di
07.38
Nama Kayangan Api Adalah berupa sumber api yang tak kunjung padam yang terletak pada kawasan hutan lindung di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, sebuah desa yang memiliki kawasan hutan sekitar 42,29% dari luas desa. Menurut cerita, Kayangan Api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Pandhe berasal dari kerajaan Majapahit. Di sebelah barat sumber api terdapat kubangan lumpur yang berbau belerang dan menurut kepercayaan saat itu Mbah Kriyo Kusumo masih beraktivitas sebagai pembuat alat-alat pertanian dan pusaka seperti keris, tombak, cundrik dan lain-lain.
Sumber Api, oleh masyarakat sekitarnya masih ada yang menganggap keramat dan menurut cerita, api tersebut hanya boleh diambil jika ada upacara penting seperti yang telah dilakukan pada masa lalu, seperti upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X dan untuk mengambil api melalui suatu prasyarat yakni selamatan/wilujengan dan tayuban dengan menggunakan fending eling-eling, wani-wani dan gunungsari yang merupakan gending kesukaan Mbah Kriyo Kusumo. Oleh sebab itu ketika gending tersebut dialunkan dan ditarikan oleh waranggono tidak boleh ditemani oleh siapapun. Dari berbagai sumber cerita, maka Kayangan Api yang letakya sekitar 25 km dari ibukota Bojonegoro dijadikan sebagai obyek wisata alam dan dijadikan tempat untuk upacara penting yakni Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro, ruwatan masal dan Wisuda Waranggono.
Langganan:
Postingan (Atom)
Followers
About Me
- Karya Ndol
- Seorang blogger pemula yang haus akan pengetahuan.










